Kamis, 13 Oktober 2022

DESKRIPSI DIRI SEBAGAI MANUSIA INDIVIDU

DESKRIPSI DIRI SEBAGAI MANUSIA INDIVIDU, MANUSIA DALAM KELUARGA, MANUSIA DALAM LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN MANUSIA DI LINGKUNGAN KAMPUS

 

1. Manusia sebagai individu

 

Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu : aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.


Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Manusia sebagai individu salalu berada di tengah - tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat dalam proses pembentukan pribadi seseorang.

                                                                                                          
Setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda satu dengan yang lainnya, begitu juga dengan saya. saya mempunyai kepribadian yang ceria dan semangat. Tetapi, terkadang saya juga pendiam. Saya berusaha keras menyesuaikan kepribadian saya dengan lingkungan sekitar dimana saya singgahi. Saya belajar berpikir tentang apa yang menurut saya baik dan  buruk sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan saya ambil. Saya sebagai makhluk individu, pasti mempunyai banyak perbedaan dengan kepribadian orang lain. Oleh karena itu saya berusaha menjadi manusia individu yang lebih baik dengan cara merubah kepribadian buruk yang saya miliki.

 

 

2. Manusia dalam keluarga

 

Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Keluarga adalah hal yang paling penting untuk saya. Saat ini saya adalah seorang suami dari seorang istri serta memiliki dua orang putri yang cantik, tahun depan kami akan kedatangan seorang anak lagi. Sebagai seorang kepala keluarga tentunya saya bertanggungjawab untuk memberikan nafkah serta berusaha membahagiakan mereka. Sebagai seorang anak tentunya juga saya berusaha membanggakan orang tua saya. Oleh karena itu, bagi saya keluarga adalah hal yang paling berharga.

 

 

3. Manusia dalam lingkungan tempat tinggal

 

Lingkungan tempat tinggal merupakan segala sesuatu yang ada disekitar kita, baik itu benda, udara dan  hewan, termasuk manusia. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan antara individu dengan lingkungannya terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat berpengaruh dengan lingkungannya. Dalam lingkungan tempat tinggal saya, saya jarang berinteraksi dengan orang lain, hal ini disebabkan karena saya jarang di rumah serta karena kesibukan saya dalam bekerja. Pada saat pulang kerumah saya hanya menghabiskan waktu dengan keluarga kecil saya.

 

 

4. Manusia di lingkungan kampus

 

Dalam kehidupan kampus dimasa pandemi ini, setiap mahasiswa jarang berinteraksi satu sama lain. Hal ini terlihat dengan jam pembelajaran yang relatif singkat yang telah diatur baik oleh pemerintah dan pihak Kampus. Para mahasiswa dewasa ini banyak yang tidak mengenal satu sama lain, beruntung saya dan teman-teman yang mendapatkan beasiswa dari lembaga tempat kami bekerja sehingga sebagian ada beberapa yang saya kenali dan sering berinteraksi dengan mereka.

 

Dikampus saya mendapat banyak pelajaran, juga hal-hal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Di lingkungan kampus saya juga harus dapat beradaptasi, saling menghargai  dan tolong-menolong antar sesama. agar tercipta suasana yang nyaman di lingkungan kampus tersebut. Saya berusaha menjadi mahasiswa yang menaati peraturan dan bisa membanggakan nama kampus saya.



Sosial Budaya

 

ILMU BUDAYA DASAR

 

Mengapa Perlu IBD?

  Bangsa Indonesia adalah masyarakat majemuk (suku banyak, Budaya, Agama dan sebagainya).

  Pembangunan yang dilaksanakan menimbulkan perubahan dalam sistem nilai budaya.

  Kemajuan dalam bidang Teknologi Komunikasi Massa dan Transportasi mempengaruhi intensitas kontak budaya antar suku-bangsa maupun dengan kebudayaan dari luar.

 

Fungsi IBD

        Pendekatan Pengetahuan Budaya (The Humanities) digunakan sebagai pendekatan untuk mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.

        Pengetahuan budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. 

Sehubungan dengan itu, beberapa kajian dalam IBD adalah

        Manusia dan cinta kasih: manusia dan keindahan (keindahan, renungan, keserasian, kehalusan);

        Manusia dan penderitaan (penderitaan, siksaan, rasa sakit, neraka, bunuh diri); . 

        Manusia dan pandangan hidup  (cita-cita, kebajikan, sikap hidup); manusia dan keadilan: mengenal dan melaksanakan tindakan-tindakan yang didasarkan keadilan serta mampu memerangi tindakan yang tidak didasarkan atas nilai-nilai keadilan.

        Manusia dan tanggung jawab (tanggung jawab, pengabdian, kesadaran,  pengorbanan).

        Manusia dan kegelisahan (kegelisahan, keterasingan, kesepian,ketidakpastian;

        Manusia dan harapan (harapan, kepercayaan).

         

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Komponen utama yang membentuk Ilmu Budaya Dasar itu ada empat, yakni: Filsafat, Teologi, Sejarah, dan Seni.

        Filsafat, seringkali disebut sebagai induk dari ilmu-ilmu, merupakan ilmu yang berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan manusia yang esensial, misalnya: siapakah manusia itu? dari manakah asalnya? dan sebagainya.

        Teologi atau ilmu agama, mengajarkan tentang manusia, sejarahnya, tujuannya, tugas, dan tanggung jawabnya di dunia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan.

        Sejarah, menceritakan mengenai kehidupan manusia pada masa lampau, mengenai adat-istiadatnya, pandangan hidupnya, dan lain sebagainya.

        Seni, merupakan wujud kekaguman dan sekaligus pernghargaan manusia terhadap keindahan dan nilai-nilai yang ditemuinya di dalam kehidupan manusia.

 

Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.

 

Ilmu sosial dasar mempunyai tema hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Yang membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nailai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia

 

Unsur Kebudayaan :

Para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :

  1. Unsur religi
  2. Sistem kemasyarakatan
  3. Sistem peralatan
  4. Sistem mata pencaharian hidup
  5. Sistem bahasa
  6. Sistem pengetahuan seni

 

KEBUDAYAAN

Kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :

  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup.
  2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia.

 

Proses institusionalisasi, yaitu suaat proses yang dilewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut oleh masyarakt diterima, dihargai, dan kemudian ditaati dan dipatuhi dalam mengatur kehidupan sehai-hari.

 

BAB II

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

 

Kebudayaan sebagai usaha menyempurnakan diri:

      Kebudayaan sebagai ‘sekolah’ dimana manusia dapat belajar menghargai hidup sebagai insani

      Kebudayaan adalah bagian dari naluri dasar manusia untuk menemukan kebenaran, kebaikan dan keindahan

      Kebudayaan sebagai ketegangan antara imanensi dan trensendensi

      Sebagai upaya penyempurnaan maka ‘kebudayaan’, dari konsep dan perkem-bangan harus selalu dievaluasi

 

Akal & Budi

Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia.

Fungsi akal adalah untuk berfikir, kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku.

Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. Budi diartikan sebagai batin manusia, panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu.

 

Manusia sebagai animal simbolicum

         Simbol : segala sesuatu (benda, peritiwa, kelakuan, tindakan manusia, ucapan) yang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya

         Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami, diolah menjadi simbol

         Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbol-simbol

         Fungsi simbol :

Ø  Faktor pengembangan kebudayaan

Ø  Terbatas pada gugus masyarakat etrtentu

 

Pengertian  budaya & kebudayaan

         K.A Hiding : Pengelolaan agriculture

         Langevela : Aktivitas yang manusiawi dan rohani sifatnya

         Alfred Whitehead : karya akal, budi, daya

         Edward B Taylor : hasil karya manusia

         Ditjen Kebudayaan : Sistem nilai dan gagasan utama

         Komponen utama kebudayaan :

         Individu.

         Masyarakat.

         Alam.

 

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal), diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Latin yaitu cultura.

Kebudayaan adalah keseluruhan yang rumit yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat (Edward B. Taylor)

Ciri Umum dari Kebudayaan

    1. Terdiri atas unsur-unsur universal seperti; struktur social, system politik, system ekonomi dan teknologi, system agama, dan system bahasa serta komunikasi
    2. Merupakan milik bersama yang pewarisannya dilakukan melalui suatu proses belajar
    3. Merupakan aktivitas kemanusiaan untuk mengubah dan memberi bentuk serta susunan baru pada ciptaan Tuhan (alam) sesuai dengan kebutuhan jasmani dan rohaninya

Fungsi kebudayaan

Mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan, menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu :

            Hidup lebih baik

            Lebih manusiawi

            Berperikemanusiaan

 

 

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Sistem religi dan upacara keagamaan;

2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan;

3. Sistem pengetahuan;

4. Bahasa;

5. Kesenian;

6. Sistem Mata pencaharian hidup;

7. Sistem teknologi dan peralatan.

 

Manusia; Pencipta dan pengguna kebudayaan

Manusia  sebagai pencipta kebudayaan memiliki kemampuan daya sebagai berikut :

  Akal, intelegensia dan intuisi

  Perasaan dan emosi

  Kemauan

  Fantasi

  Perilaku

 

Ciri & Wujud kebudayaan

Ciri Kebudayaan

      Bersifat menyeluruh

      Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu

      Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu

 

Wujud kebudayaan

      Ide : tingkah laku dalam tata hidup

      Produk : sebagai ekspresi pribadi

      Sarana hidup

      Nilai dalam bentuk lahir

 

 

Sifat kebudayaan

      Beraneka ragam

      Diteruskan dan diajarkan

      Dapat dijabarkan :

            Biologi

            Psikologi

            Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan

      Berstruktur terbagi atas item-item

      Mempunyai nilai

      Statis dan dinamis

      Terbagi pada bidang dan aspek

 

Memanusiakan manusia  dengan konsep budaya dasar

Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi

Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Keadilan mengacu pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia.

Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Ini melengkapi ciri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia.

Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan.

 

Konsep budaya dasar

Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku, dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan.

Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia

Keindahan, eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan.

Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam tempat kita berdiam.

 

Proses kebudayaan

Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Proses tersebut diantaranya

Internalisasi : Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia

Sosialisasi : Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilan-ketrampilan sosial..

Enkulturasi  adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan, dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.

Difusi : penyebaran kebudayaan

Akulturasi :  percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan.

Asimilasi :  proses peleburan dari kebudayaan satu ke kebudayaan lain.

 

Penyebab perubahan  sosial & kebudayaan

faktor intern

      Bertambah atau berkurangnya penduduk

      Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]

      Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)

      Pemberontakan / revolusi

faktor ekstern

         Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam )

         Pengaruh kebudayaan masyarakat lain Peperangan.

 

Faktor-faktor yang mendorong :

         Kontak dengan kebudayaan lain

         Sistem pendidikan yang maju

         Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju

         Toleransi terhadap perbuatan menyimpang

         Sistem lapisan masyarakat yang terbuka

         Penduduk yang heterogen

         Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu

         Orientasi ke depan

         Nilai meningkatkan taraf hidup

 

Faktor-faktor yang menghambat :

         Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

         Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat

         Sikap masyarakat yang tradisional

         Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)

         Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan

         Prasangka terhadap hal baru

         Hambatan ideologis

         Kebiasaan

         Sikap pasrah

 

Struktur Kebudayaan

1. Kesatuan Kebudayaan

      Manusia merupakan kesatuan, karenanya segala karya ciptaannya bercirikan kesatuan juga;

      Kesatuan manusia adalah kesatuan menjadi; melalui thesis, antithesis, mengarah pada sintesis ideal;

      Itulah sebabnya, dalam hidup manusia berusaha mencapai keseimbangan; tidak statis tapi dinamis

      Andaikata kesatuan manusia tidak sempurna, bagaimana dengan kesatuan kebudayaan?

      Subjek kebudayaan sebenarnya bukan manusia, melainkan golongan, masyarakat dan bangsa;

      Objek kebudayaan adalah lingkungan alam dan sosial;

      Interaksi subjek dan objek melahirkan dinamika dalam kebudayaan.

 

2. Kesatuan Struktural yang Bercorak Dinamis

      Menguji kesatuan kebudayaan diperlukan perspektif struktur atau konfigurasi kebudayaan, plus kata sifat dinamis;

      STRUKTUR adalah kesatuan dari unsur-unsur yang interdependen dan yang mengarah ketujuan bersama;

      Konfigurasi adalah tertib tertentu dari berbagai perwujudan kebudayaan;

 

3. Harmoni dan Integrasi Kebudayaan

      Wujud kebudayaan terbentuk sebagai wujud harmoni(sasi);

      Dalam harmonisasi terwujudlah integrasi kebudayaan sebagai wujud kontinum kebudayaan;

      Itulah sebabnya, berbagai wujud kebudayaan terpola dalam bentuk-bentuk yang berbeda;

 

BAB III


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

 

  1. Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
  2. Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
  3. Dinamika Interaksi Sosial
  4. Dilema Antara Kepentingan Individu Dan Kepentingan Masyarakat

 

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

Unsur-unsur hakikat manusia terdiri dari hal-hal berikut :

  1. Susunan kodrat manusia terdiri atas raga dan jiwa
  2. Sifat kodrat terdiri atas makhluk individu dan social
  3. Kedudukan kodrat terdiri atas makhluk berdiri sendiri dan makhluk Tuhan.
  4.  

1. Manusia sebagai makhluk individu

Individu berasal dari bahasa latin individuum yang artinya tak terbagi. Manusia lahir merupakan sebagai makhluk individual yang makna tidak terbagi atau tidak terpisah antara jiwa dan raga.

Personalitas

Susunan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu Unsur-unsur personality:

         Pengetahuan – Pengamatan

         Persepsi – Konsep

         Fantasi

         Perasaan – Dorongan

         Sex - Mencari makan

         Berinteraksi – Meniru

         Berbakti – Keindahan

 

Kepribadian Kepribadian (karakter yg khas) adalah:

Keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi biopsikofisikal (fisik dan psikologi) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan

 

David MC- Cleland: ada tiga kebutuhan

dasar yang memotivasi individu untuk Berperilaku:

  Kebutuuhan untuk sukses: berprestasi

  Kebutuhan untuk affiliasi: berhubungan dengan orang lain

  Kebutuhan utk berkuasa: mengontrol/mengendalikan.

 

Pertumbuhan dan perkembangan individu dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :

  1. Pandangan nativistik yang menyatakan pertumbuhan ditentukan atas dasar factor individu sendiri.
  2. Pandangan empiristik menyatakan pertumbuhan didasarkan atas fakto lingkungan.
  3. Pandangan konvergensi menyatakan pertumbuhan dipengaruhi atas dasar individu dan lingkungan.

 

2.  Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial : manusia hidup bersama orang lain- Manusia sebagai makhluk individu tdk akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lain.Sejak lahir manusia sudah harus hidup bersama dengan manusia lainnya didasari oleh kebutuhan.

 

Kebutuhan Manusia

         Kebutuhan primer/internal/innate needs: kebutuhan yg datang dari dlm diri manusia yg biasanya bersifat biologis. Ex:lapar, haus, dorongan seksual dll.

         Kebutuhan sekunder/eksternal/aquired need: kebutuhan dari luar sbg reaksi thd lingkungan sosial budaya, biasanya bersifat psikologis. Ex: rumah mewah, baju bermerk, dll.

Perkembangan diri Herbert Mead: pengembangan diri seseorang dengan orang lain melalui tahapan2 :

  1. Play stage : anak ambil peran orang lain, meniru
  2.  Game stage : anak tahu peran orang lain dan peran yg harus ia lakukan
  3.  Generalized other : mengetahui peran2 dan mampu ambil peran dg siapa berinteraksi

 

Fungsi Keluarga Pengaturan seksual

Fungsi reproduksi

Fungsi sosialisasi

Pemeliharaan

Afeksi

Status

Kontrol sosial

 

Alasan-alasan manusia sebagai makhluk sosial

Manusia tunduk pada aturan/norma sosial

Perilaku manusia mengharap penilaian orang lain

Manusia memiliki kebutuhan berinteraksi dg orang lain

Potensi manusia berkembang bila hidup di tengah-tengah manusia lain.

 

Adapun yang menyebabkan manusia selalu bermasyarakat antara lain karena adanya dorongan kesatuan biologis yang terdapat dalam naluri manusia,misalnya :

1.Hasrat untuk memenuhi keperluan makana dan minuman

2. Hasrat untuk membela diri

3. Hasrat untuk mengadakan keturunan

 

Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial Kata interaksi berasal dari bahasa Inggris yaitu “interaction”, artinya suatu tindakan yang berbalasan. Dari pengertian tersebut dapat didefinisikan bahwa interaksi adalah berhubungan saling mempengaruhi. Sedangkan kata sosial berasal dari bahasa latin yaitu “socius” yang berarti teman, sahabat atau kawan. Jadi, Interaksi Sosial mengandung pengertian bahwa proses saling berhubungan dan saling mempengaruhi itu terjadi antarmanusia baik individu dengan individu, atau antar individu dengan kelompok.

 

Bentuk Interaksi Sosial

a.       Interaksi Sosial Langsung (primer). Kontak secara badaniah atau fisik atau face to face dengan bertatap muka langsung, seperti saling bicara, saling senyum, saling bersalaman dll.

b.      Interaksi Sosial tak langsung (sekunder). Kontak tidak langsung, kontak sekunder ini terjadi antara masing-masing pihak melalui sarana-sarana komunikasi, seperti telepon, telegram dll.

 

Fungsi Interaksi Sosial

Sebagai media komunikasi dalam proses pemberitahuan atau penyampaian pesan atau berita dari satu pihak kepada pihak lain, dengan tujuan dapat menggugah keikutsertaan pihak lain, sehingga hal-hal yang diberitahukan itu menjadi pengertian bersama.

 

 

B. PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

 

1.      Perananan manusia sebagai makhluk individu

Berdasarkan sifat kodrat manusia sebagai individu,yang dapat diketahui bahwa manusia memilki harkat dan martabat yang mempunyai hak-hak dasar,dimana setiap manusia memiliki potensi diri yang khas,dan setiap manusiamemiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dirinya.

 

Sebagai makhluk individu manusai berperan untuk mengwjudkan hal-hal sebagai berikut :

1.      Menjaga dan mempertahankan harkat dan martabatnya

2.      Mengupaya terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia

3.      Merealisasikan segenap potensi diri baik sisi jasmani maupun rohani

4.      Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya.

 

Peranan manusia sebagai makhluk sosial

Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat social.Artinya akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain.

Sebagai makhluk social manusia terhadap norma-norma social yang tumbuh sebagai patokan dalam bertingkah laku manusia dalam kelompok,norma-norma yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1.      Norma agama atau religi,yaitu norma yang bersumber dari Tuhan untuk umat-Nya

2.      Norma kesusilaan atau moral,yaitu yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajakan kebaikan dan menjahui keburukan.

3.      Norma Kesopanan atau adat,yaitu yang bersumber dari masyarakat atau dari lingkungan masyarakat yang bersangkutan.

4.      Norma hukum,yaitu norma yang dibuat masyarakat secara resmi yang pemerlakuannya dapat diterima.

 

 

C. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial merupakan factor utama dalam kehidupan sosial ,interaksi merupakan hubungan yang dinamis,yag menyangkut hubungan timbalbalik antarin dividual.


Ciri-ciri sebuah interaksi sosial adalah sebagai berikut :

1.      Pelakunya lebih dari satu orang.

2.      Adanya komunikasi antarpelaku melalui kontak sosial.

3.      Mempunyai maksud dan tujuan,terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan diperkirakan pelaku.

4.      Adanya dimensi waktu yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlansung.

 

 

D. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT

 

Dilema antara kepentingan individu dan kenpentingan masyarakat adalah pertanyaan yang dihadapi oleh manusia,dikala manakah yang harus diutamakan.

 

DESKRIPSI DIRI SEBAGAI MANUSIA INDIVIDU

DESKRIPSI DIRI SEBAGAI MANUSIA INDIVIDU,  MANUSIA DALAM KELUARGA,  MANUSIA DALAM LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN MANUSIA DI LINGKUNGAN KAMPUS ...